Ikuti Twitter Saya

Sabtu, 14 November 2015

JIWA YANG RAPUH


Aku termenung menatap atap langit rumahku
Kali ini Aku mulai merasakan lagi kesunyian
Yang menyelimuti jiwa dan hatiku
Perlahan jiwa dan hatiku terasa rapuh
Bagaikan sebatang es yg disinari matahari
dan perlahan2 mencair..


Untuk kesekian kalinya dalam hidup
Aku merasakan kehancuran
Bagai dihantam sebuah pukulan yg sangat keras
Sehingga Aku tak berdaya dan tak kuasa untuk menahannya
Kini ku merasakan kesendirian..


Ingin rasanya aku berteriak bebas dan lepas
Bagaikan burung yg lepas dari sangkarnya
Hilang sudah semua harapan tanpa bekas
Hanya kenangan dan kekecewaan yg masih tertinggal..


Aku hanya bisa pasrah menerima apa yang telah terjadi
Bagaikan manusia bodoh yg dipermainkan berkali-kali
Tuhan.... beri aku jalan dan petunjuk menuju ridho-MU
Tuhan.... hanya kepada-MU tempatku mengadu & berteduh.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified