Ikuti Twitter Saya

Jumat, 26 Desember 2014

Ruang dan Rasa Itu Yang Membuatku Bertahan

Ruang itu.....
senang sedih tawa tangis dan perjuangan ada disana...
rasa yang tak terukir yang tidak dapat di ungkapkan
hanya dalam rangkaian huruf yang membentuk suatu kata
yang terangkai kemudian membentuk sebuah kalimat..

Rasa itu....
hanya satu kata yang tepat menggambarkannya yaitu keluarga..
menggambarkan sebuah persatuan tanpa dinding..

Keluarga itu...
yang membuat saya masih terus dapat berdiri tegar hingga detik ini..
membuat saya masih dapat menghirup nafas, walau sesak yang terasa..
yang membuat saya sampai di titik ini dan masih terus melangkah ke depan,
walau kerikil semakin membesarkan ukurannya..
yang memberikan semangat selalu untuk duduk di sini..

Mereka itu.....
yang membuat saya mampu menjadi saya..
yang membuat saya berani..
yang membuat saya kembali bersemangat ketika kelelahan merasuk di diri..
yang membuat saya kembali tersenyum ketika kesedihan melanda hidup..
yang memarahi saya ketika saya mulai mengeluh, namun tidak pernah lelah mendengarkan keluhan saya..
yang selalu mengingatkan saya di setiap langkah yang harus saya tempuh agar saya tidak tersesat..
yang mengajari saya menghadapi kejamnya dunia agar saya mampu bertahan hidup..
yang membuat saya merasa sangat tidak mampu mengecewakannya..

Dan.....
hanya karna ketulusan mereka ada..
hanya karna Yang Kuasa mereka ada..
hanya karna ruang, rasa, serta keluarga mereka ada..
hanya ini yang mampu saya tuliskan..
hanya karna mereka lah saya masih tetap bertahan..

Terimakasih...
satu kata yang mungkin tak mampu memberi arti..
satu ungkapan yang mungkin tak dapat mewakili..
telah memberikan semua kepada saya..
telah menjadikan semua seperti ini, tak ternilai dan tak terganti seluruh jasa..
telah menjadi keluarga bagi saya..

Sayang.....
enam huruf sejuta arti..
satu kata penuh makna..
persembahan dari hati..
untukmu keluarga……


http://dekpica.blogspot.com

Puisi Memperingati 10 Tahun Gempa & Tsunami Aceh

Gempa telah menggoncang Aceh,
Tsunami telah melanda Tanah Rencong, 
Membuat nyawa seakan tak berarti
Korban yang berjatuhan tak tertolong lagi 
Dan tak ada yang saling menolong
Semua orang ingin menyelamatkan diri,

Rumah mewah tak dapat membentengi diri,
Security tak bisa melindungi tuannya
Uang banyak tak dapat membeli pertolongan
Dan jabatan tak bisa diandalkan
Tampan dan cantik menjadi barang murahan....

Jasad bertaburan terbujur kaku tak beraturan
Hanya seruan kepada TUHAN terdengar dimana-mana
Menjadi peringatan bahwa manusia lemah tak berdaya
Semua sadar bahwa TUHAN diatas segala-galanya
Kita hanya bisa berserah diri kepada TUHAN yang Kuasa.

Rabu, 24 Desember 2014

Masa Laluku Kini Mulai Terjaga


Hidupku mulai TERJAGA oleh keadaan, bingkai masa kecilku kini kian berlalu, Jika bukan aku yang berusaha mengenakan hati untuk membingkai hidup ini lantas mau siapa lagi, orang lain hanya mengajakku untuk bisa menari diatas kisah yang belum aku lewati sembari jari jemariku manari-nari di keyboard laptopku yang sederhana ini tuk ku jadikan catatan di facebook Dinul Aramonia dan cerita saat usiaku renta..

Kenangan demi kenangan telah kuperoleh, kini ku harus bisa membuat kenangan itu menjadi sebuah insiprasi hidup untuk membuat orang lain lekas sembuh dari sakit yang ia derita selama mengenalku. dari sekian banyak kebersamaan, tak selamanya mulus tanpa kebencian, kejengkelan dan mungkin sebuah dendam.

Jika bukan aku yang menghargai hidupku dan orang lain lantas siapa lagi yang sudi menjaga cerita yang tertoreh..? “Indah itu ketika bisa membuat orang lain tersenyum, Bahagia itu saat mampu membuat orang lain tertawa dan berhasil itu saat membuat orang lain tak lagi berputusasa namun tanpa mengorbankan pertasaan sendiri”.

Itulah yang selalu aku pegang dalam hidup ini, Masih ku ingat ketika hari ulang tahunku yang ke-10 tahun saat ayah pergi menghadap Sang Khalig, sementara Ibu dan saudaraku yang lain sangat merasa kehilangan.. Bingung yang aku rasakan bukan main, hilang semua konsep hidupku... Hancur... dan hanya kertas-kertas bisu yang setia melihat apa yang kutulis melalui sebuah pena, lalu dinding kamar dan lem yang mengabadikan ceritaku... Sungguh ironis keadaanku saat itu,

Hidupku seolah menjadikan semua orang bebas memanfaatkan keadaanku, tapi aku tetap bersabar dengan keadaan itu, aku selalu berusaha menguatkan hati dan berfikir suatu hari nanti aku akan menjadi orang yang bisa membuat keadaanku berubah. Ku tulis semua kepedihanku dalam sebuah catatanku di facebok Dinul Aramonia.

“TUHAN,,, jutaan cahaya bintang itu membuatku merasa damai, debur ombak itu membuatku tegar dengan keadaan ini, tapi apa yang harus aku lakukan dengan keadaan ini. Apakah aku harus mati hari ini jua... Tak ingin ku kembali pada-Mu dalam keadaan seperti ini,, ,aku bukan pengecut... Berilah aku waktu satu tahun terakhir ini saja untukku bisa memperbaiki hidupku dan membuat orang lain bahagia”.

Kenangan Indah Bersamamu


Sebuah cerita diawali dengan senyuman..
Banyak mimpi dan harapan yang tercipta..
Hadirkan sebuah kisah indah dalam hidup..

Tapi..
Saat kisah itu harus berhenti..
Harus berakhir dan menghilang..
Kini yang ada hanya tangisan..
Kisah yang datang cepat dan membahagiakan..


Berakhir dan menghilang entah kemana..
Hanya meninggalkan sakit di hati..

Tapi..
Kisah yang pernah indah itu..
Walaupun pergi meninggalkan luka..
Akan menjadi sebuah kenangan..
Kenangan terindah..
Kenangan Cinta yang takkan terlupakan..

Senin, 01 Desember 2014

Puisi Takdir Kehidupan

SEPI...
 
Dalam hening sepi aku termenung
Ditepian malam yang berkabung mendung
Dan duka yang selalu mengalun

Dalam hati aku selalu bertanya,

Cerita hidup macam apa yang tengah kulangkahi ini
Mengapa derita selalu menghinggapi
Mengapa bahagia enggan menghampiri

Dadaku sesak menahan beban dipundak,

Nafasku tersendat menahan berat hidup takdir,
Apakah ini yang disebut takdir?
Jika memang adanya benar
Mengapa aku ditakdirkan seperti ini.?


Mengapa tak seperti mereka yang hidup bahagia
Dalam dunia yang serba ada..?


Entahlah,, mungkin ini sudah takdir
Hanya Tuhanlah yang tau
Semua dari-NYA,
Dan kembali pada-NYA..

Jumat, 28 November 2014

Maafkan Aku

Tetes air mata mengiringi duka.
Rasa penyesalan membelenggu pikiran.
kerinduan menjerit di hati memanggil nama mu.


MAAF KAN AKU…

Yang tak pernah mengerti hadir mu.
Ku rindukan hadir mu oh dinda.
Ku sungguh merindukan nya.

Sosok yang tegar bagaikan karang.

Petunjuk hidup bagaikan imam.
Sosok lembut yang bisa membuat ku tenang.

Sekarang,, hanya do’a yang bisa ku panjatkan untuk mu.
Alunan dzikir untuk mu ku alunkan di sela kerinduan ku.


Walau pun kau berada jauh di alam sana, 
Tapi nama mu kan selalu ada di dalam ingatan ku.
Kenangan itu kan selalu membekas di jalan hidup ku.

Maaf kan aku dinda…
yang selalu bersikap bodoh saat kau ada di sini…


Tunggu aku dialam sana wahai bidadari surgaku..

Kamis, 27 November 2014

Kehilangan

Mengapa…?

mengapa aku harus kehilangannya.?
kini aku tak mengerti…
Hatiku kini retak, remuk, dan hancur…
Dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
Kini hilang harapan itu
Dia pergi…
Pergi menghadap sang khaliq
Seharusnya aku harus ikhlaskannya
Tapi berat sangat rasanya,
Air mataku trus mengalir, dan membasahi pipiku
Sekarang, fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
Aku kehilangan jati diriku saat ini, karna dia…
Aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
Menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
Mengapa ku tak nyatakan aku tak bisa hidup tanpamu,
Sekarang, yang didepanku hanya bayangan tanpa raga dan nyawa
Dia pergi, Dia pergi, tinggalkanku, hanya itu ucapku...
Haruskah kurusak semua itu ?
Tak mungkin,,, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati...

Wait for me there, O angel my heaven

Jumat, 24 Januari 2014

Puisi Lika-liku Kehidupan

Tak ada yang sepertimu
Meski berkali ku mencoba
Menerima yang lain untuk hatiku
Namun tetap saja rinduku masih memanggil namamu..


Sampai kapankah ku begini
Terjebak dalam imaginasi pedih tentang dirimu
Dapatkah ku bisa lalui semua ini sendiri.?

Aku tak bisa tepiskan
Perasaan yang kian lama kian menyiksaku...


Tak sanggup ku artikan bahasa hati yang terungkapkan

Di setiap langkah jalan hidup ini
Penuh liku dan duri kehidupan
Ketika cahaya semakin redup...


Engkaulah sang lilin pemberi penerang

Saat ini alampun memisahkan kita
Keadaan enggan berikan jalan

Lalu ku tahu waktu dan tempat telah membentengi segalanya
Namun kerinduan ini tanpa batas, selalu tertuang untuk mu...

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified