Tetes air mata mengiringi duka.
Rasa penyesalan membelenggu pikiran.
kerinduan menjerit di hati memanggil nama mu.
MAAF KAN AKU…
Yang tak pernah mengerti hadir mu.
Ku rindukan hadir mu oh dinda.
Ku sungguh merindukan nya.
Sosok yang tegar bagaikan karang.
Petunjuk hidup bagaikan imam.
Sosok lembut yang bisa membuat ku tenang.
Sekarang,, hanya do’a yang bisa ku panjatkan untuk mu.
Alunan dzikir untuk mu ku alunkan di sela kerinduan ku.
Walau pun kau berada jauh di alam sana,
Tapi nama mu kan selalu ada di dalam ingatan ku.
Kenangan itu kan selalu membekas di jalan hidup ku.
Maaf kan aku dinda…
yang selalu bersikap bodoh saat kau ada di sini…
Tunggu aku dialam sana wahai bidadari surgaku..
Jumat, 28 November 2014
Kamis, 27 November 2014
Kehilangan
mengapa aku harus kehilangannya.?
kini aku tak mengerti…
Hatiku kini retak, remuk, dan hancur…
Dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
Kini hilang harapan itu
Dia pergi…
Pergi menghadap sang khaliq
Seharusnya aku harus ikhlaskannya
Tapi berat sangat rasanya,
Air mataku trus mengalir, dan membasahi pipiku
Sekarang, fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
Aku kehilangan jati diriku saat ini, karna dia…
Aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
Menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
Mengapa ku tak nyatakan aku tak bisa hidup tanpamu,
Sekarang, yang didepanku hanya bayangan tanpa raga dan nyawa
Dia pergi, Dia pergi, tinggalkanku, hanya itu ucapku...
Haruskah kurusak semua itu ?
Tak mungkin,,, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati...
Wait for me there, O angel my heaven
Langganan:
Postingan (Atom)




