Ikuti Twitter Saya

Sabtu, 28 November 2015

HIDUP PENUH TANTANGAN

Tiada hidup tanpa harapan..
Karena hidup bukanlah kepastian..


Tiada hidup tanpa persoalan..
Karena hidup adalah rangkaian ujian..


Tiada persoalan yg tak ada penyelesaian..
Walau terkadang tak sesuai dengan harapan..


Sungguh Allah begitu menyayangimu dengan cukup sederhana 
Dan mudah dipahami oleh bahasa qalbu..

Jumat, 20 November 2015

PUISI TEMAN

Teman..
Sepi.. resah dan duka
Itulah rencah kekosongan hidupku
Tatkala bicaramu sirna di mataku..
Senyum dan juga tawa
Menguntum tanda gembira..


Teman..
Andainya puisi ini kau pahami
Andainya jeritan hatiku kau selami
Andainya impianku bisa kau penuhi
Kau tidak berlari mengejar mimpi
Menghitung hari menanti realiti.


Salam & selamat siang Teman.

Sabtu, 14 November 2015

JIWA YANG RAPUH


Aku termenung menatap atap langit rumahku
Kali ini Aku mulai merasakan lagi kesunyian
Yang menyelimuti jiwa dan hatiku
Perlahan jiwa dan hatiku terasa rapuh
Bagaikan sebatang es yg disinari matahari
dan perlahan2 mencair..


Untuk kesekian kalinya dalam hidup
Aku merasakan kehancuran
Bagai dihantam sebuah pukulan yg sangat keras
Sehingga Aku tak berdaya dan tak kuasa untuk menahannya
Kini ku merasakan kesendirian..


Ingin rasanya aku berteriak bebas dan lepas
Bagaikan burung yg lepas dari sangkarnya
Hilang sudah semua harapan tanpa bekas
Hanya kenangan dan kekecewaan yg masih tertinggal..


Aku hanya bisa pasrah menerima apa yang telah terjadi
Bagaikan manusia bodoh yg dipermainkan berkali-kali
Tuhan.... beri aku jalan dan petunjuk menuju ridho-MU
Tuhan.... hanya kepada-MU tempatku mengadu & berteduh.

Selasa, 10 November 2015

Slid Show Aramonia

                                                   My Memories Through Photographs

Jumat, 06 November 2015

PUISI KENANGAN

Matahari mulai beranjak kepembaringannya 
Dibawah pohon itu aku berdiri 
Termenung mencari setitik bahagia 
Dengan sayatan perih dalam diri..
 
Perginya dia... 
Jauh menembus mega 
Jauh dipandang mata 
Meninggalkan linangan air mata.. 
 
Mawar merah darimu 
Kian menghitam 
Hati yang kau berikan 
Kini mulai membusuk.. 
 
Senja ini tak seperti senja kemarin 
Dimana selalu kau beri sekuntum bunga 
Menuliskan bahagia di catatanku B
erikan cerita indah diriwayatku.. 
 
Ini bunga terakhirmu, 
Catatan terakhirmu, 
Bahagia terakhirku, 
Dan lembar lama yang akan kututup rapat.

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified