Ikuti Twitter Saya

Rabu, 24 Desember 2014

Masa Laluku Kini Mulai Terjaga


Hidupku mulai TERJAGA oleh keadaan, bingkai masa kecilku kini kian berlalu, Jika bukan aku yang berusaha mengenakan hati untuk membingkai hidup ini lantas mau siapa lagi, orang lain hanya mengajakku untuk bisa menari diatas kisah yang belum aku lewati sembari jari jemariku manari-nari di keyboard laptopku yang sederhana ini tuk ku jadikan catatan di facebook Dinul Aramonia dan cerita saat usiaku renta..

Kenangan demi kenangan telah kuperoleh, kini ku harus bisa membuat kenangan itu menjadi sebuah insiprasi hidup untuk membuat orang lain lekas sembuh dari sakit yang ia derita selama mengenalku. dari sekian banyak kebersamaan, tak selamanya mulus tanpa kebencian, kejengkelan dan mungkin sebuah dendam.

Jika bukan aku yang menghargai hidupku dan orang lain lantas siapa lagi yang sudi menjaga cerita yang tertoreh..? “Indah itu ketika bisa membuat orang lain tersenyum, Bahagia itu saat mampu membuat orang lain tertawa dan berhasil itu saat membuat orang lain tak lagi berputusasa namun tanpa mengorbankan pertasaan sendiri”.

Itulah yang selalu aku pegang dalam hidup ini, Masih ku ingat ketika hari ulang tahunku yang ke-10 tahun saat ayah pergi menghadap Sang Khalig, sementara Ibu dan saudaraku yang lain sangat merasa kehilangan.. Bingung yang aku rasakan bukan main, hilang semua konsep hidupku... Hancur... dan hanya kertas-kertas bisu yang setia melihat apa yang kutulis melalui sebuah pena, lalu dinding kamar dan lem yang mengabadikan ceritaku... Sungguh ironis keadaanku saat itu,

Hidupku seolah menjadikan semua orang bebas memanfaatkan keadaanku, tapi aku tetap bersabar dengan keadaan itu, aku selalu berusaha menguatkan hati dan berfikir suatu hari nanti aku akan menjadi orang yang bisa membuat keadaanku berubah. Ku tulis semua kepedihanku dalam sebuah catatanku di facebok Dinul Aramonia.

“TUHAN,,, jutaan cahaya bintang itu membuatku merasa damai, debur ombak itu membuatku tegar dengan keadaan ini, tapi apa yang harus aku lakukan dengan keadaan ini. Apakah aku harus mati hari ini jua... Tak ingin ku kembali pada-Mu dalam keadaan seperti ini,, ,aku bukan pengecut... Berilah aku waktu satu tahun terakhir ini saja untukku bisa memperbaiki hidupku dan membuat orang lain bahagia”.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified