Ikuti Twitter Saya

Senin, 25 Maret 2013

Peti Yang Tak Berkunci


Menyepi di ruangan sempit ini,
Ditemani rasa yg bergelut kesalahan,
Merasa rapuh, akibat pedih masa lalu,
Yang begitu pula sama seperti rasamu,
Semua kisah kasih yang dahulu masih kusimpan rapih,
Dalam peti ingatan berisi serpihan sesal dengan gembok emas tak terkunci,
Kadang terbuka membuat rasa terluka,
Dari dalamnya menghembuskan hawa tak bertuan,
Meresahkan rasa gundah tak bertautan,
Saat itu bibir tak kuasa,
Melesatkan nama yg berbekas kisah berujung perih tertebas,
Menjadi alasan mengapa kadang bertindak bodoh,
Walaupun hati tak ingin tp kenyataan telah kaulihat,
Ingin kubawa mati peti serpihan sesal ini,
Tp kiamat belum kunjung tiba untukku,
Hanya bisa Berharap kan datang sosok pembawa kunci,
Yang akan menguncinya rapat,
Bila ada pilihan kuharap engkaulah pembawa kunci itu,
Ya kaulah yang kumaksud,
Engkau yg sering merasakan tindakan bodohku,
Engkau yang saat pertama kucintai dibalik cinta bertuan,
Engkau yang kusayang dengan segala teori konyol akibat lukaku,
Bolehkah Q bisikkan maaf ditelingamu?
Karena saat q datang padamu masih kubawa gundah dengan peti perih bergembok yang tak berkunci,
Dapatkah kau menngunci rapat peti itu?
Dan dapatkah kau menjadi api hidup baru dalam hidupku,
Api yang membara bagaikan matahari,
Sehingga tak hanya sebagai kunci melainkan sebagai api yg juga bisa melelehkan peti perihQ,,,
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified