Ikuti Twitter Saya

Kamis, 14 April 2016

AWAN DAN PELANGI DISENJA HARI

Dengarlah wahai senja nan enggan bersenda ria
Di sini kuberharap ada senyuman manis yg kan kau torehkan di langkah ini
Menghibur risau nurani, yg tergulung serpihan luka yg menganga
Mengajak lengan lengan jiwa ku menampak gagah, di batas tatap netra
Dan lantunan awan mu bagaikan kidung keindahan yg mewarnai hening
Nafasku pun tertinggal dalam awan dan pelangi
Sesaat mentari pergi
Diam bisu di keranda waktu
Menyisakan segenggam larut madu di bibir hariku

 
Dan dengarlah jua, wahai buana nan memerih luka
Usirlah kelam yg mengotori indah nuansa pesona mu
Jangan biarkan wajah sang gulana memagut kedamaian hati
Biarkah kisah yg terpenggal berlalu, ketika makna tlah ternodai dusta
Jalanan ini masihlah menampakan tatap netra jiwa ku
Dan biarkanlah jua, tatap tatap liar, memasung langkah yg tlah tercanang

Dan untuk mu sang petang
Usah kau bawakan lagi keremangan, di atas deru nafasku yg kian melaju, menatap
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified