Ikuti Twitter Saya

Senin, 09 Februari 2015

Bagaikan Beningnya Air Mata

Senja berlabuh menyirnakan fajar
Menjemput malam menghiasi alam
Purnama mengambang yang bertemankan bintang
Kelam dibaluti kesayuan awan
Diiringi titisan hujan...


Seakan mengerti rintihan perasaan

Tatkala irama syahdu berkumandang
Semakin terhiris sebuah kelukaan
Mengenang kesetiaan dan kejujuran
Dibalasi seribu persoalan


Pena menari mengukir lembaran
Menutup tirai cinta yang pudar
Biar luka seribu rindu
Dari merana sepanjang waktu


Tanpa disedari...
Coretan terakhir menyentuh hati
Sejernih air mata membasahi pipi
Mengungkap kemaafan dalam hubungan
Segala kenangan kan tersemat diingatan.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments


Post & Coment



Google Translate

English  French German Spain Italian Dutch  Russian Portuguese JapaneseKorean Arabic  Chinese Simplified